<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704</atom:id><lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 12:17:03 +0000</lastBuildDate><title>Rimba KataKata</title><description>Mari Menulis Agar Alam Kita terus Lestari...</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-8021049797122029188</guid><pubDate>Thu, 10 Sep 2009 18:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-10T11:26:54.082-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Happy Ramadhan</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>takjil</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>berkarat</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>ramadhan</category><title>Ramadhan, Saatnya Merekonstruksi Hati dan Jiwa</title><description>Ramadhan kali ini datang lagi, dengan wajah dan suasana yang baru dan tentu saja berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Seperti halnya waktu, selalu datang silih berganti dengan cepatnya, namun selalu ada kenangan yang memenuhi sisi ruangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, dari dulu selalu diidentikkan dengan puasa, yang merupakan salah satu bagian dari rukun islam. Selain itu, esensi dari ramadhan adalah proses kita menuju kesucian ibaratnya bayi yang terlahir kembali setelah sembilan bulan berada dalam kandungan = Idul Fitri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya, orang yang berpuasa adalah orang yang menahan hawa nafsu dari segala hal yang mengikatnya, seperti makanan, minuman, nafsu birahi, emosi, dan nafsu-nafsu lainnya. Menahan segala nafsu yang mengikat akan membersihkan hati dan pikiran kita dari segala macam hal yang bisa membuatnya “berkarat”.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hati dan pikiran kita berkarat maka akan mengubah segala perilaku kita dan menutup jalan pikiran dan hati kita dengan karat-karat yang merugikan. Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, sedapat mungkit kita menetralisir segala gesekan-gesekan tersebut dengan amalan-amalan yang mampu membersihkan karat-karat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, adalah waktu yang tepat bagi kita untuk merekonstruksi kembali apa yang pernah kita lakukan dan tinggalkan dulu. Saatnya kita menata ulang komponen-komponen yang berpengaruh dalam hati, jiwa dan pikiran kita agar segala yang kita lakukan berjalan sesuai dengan gambaran kita dan selalu berada pada jalur yang telah ditetapkan oleh-Nya. Putar kembali memori dalam otak kita yang berisi kenangan-kenangan, telaah lagi setiap kenangan tersebut dengan kepekaan hati dan jiwa yang outentik dengan segala aturan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang memaknai Ramadhan dengan esensi yang berbeda-beda. Belum tentu esensi seorang wakil rakyat bisa sama dengan esensi seorang penjual takjil. Apapun esensi dan kepentingan anda, mari kita saling menjaga dan menghormati setiap gerak , laku, dan tutur kita di bulan yang penuh rahmad ini. Bukankah akan sangat indah jika kita mampu memberikan warna dan menorehkan kenangan yang berbeda pada setiap ramadhan yang kita lalui dengan penuh keikhlasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy Ramadhan, semoga kita diberi kekuatan untuk selalu menata hati dan menjaga jiwa. Selamat mewarnai Ramadhan dengan keindahan, keikhlasan dan berbagi kepada sesama. Selamat menjalankan ibadah puasa, dan selamat menorehkan kenangan pada Ramadhan kali ini. Wassalam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-8021049797122029188?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2009/09/ramadhan-saatnya-merekonstruksi-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-4730608395163681945</guid><pubDate>Wed, 26 Aug 2009 09:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T02:50:29.033-07:00</atom:updated><title>Merajut Energi di Tengah sunyi...</title><description>&lt;object width="352" height="288" &gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true" /&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always" /&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.facebook.com/v/127920029808" /&gt;&lt;embed src="http://www.facebook.com/v/127920029808" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="352" height="288"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-4730608395163681945?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2009/08/merajut-energi-di-tengah-sunyi.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-7458476306311410255</guid><pubDate>Sat, 22 Aug 2009 18:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-24T11:52:01.881-07:00</atom:updated><title>Semangkuk Bakmi Panas dan Sebongkah Pekerjaan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SpLfxBaTrDI/AAAAAAAAAGo/cNi4r2q4UPA/s1600-h/BAKMI+KUAH+SEAFOOD%21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SpLfxBaTrDI/AAAAAAAAAGo/cNi4r2q4UPA/s320/BAKMI+KUAH+SEAFOOD%21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373603338691783730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang yang terik, membuat peluh tak henti-hentinya mengucur. Huff, satu hari menjelang bulan puasa, aku masih terdampar di kota yang selalu mengikat kakiku agar tak pernah beranjak = Jember. Entahlah, seperti ada daya tarik tersendiri di kota ini, seakan selalu mengajakku berdansa dengannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini sangat menyenangkan bagiku. Aku mulai bisa berkompromi dengan waktu dan lebih peduli pada pekerjaanku. Awalnya agak kikuk dan sok cuek sama kerjaan, tapi akhirnya aku ketagihan akan proses di dalamnya. Seperti sa'at ini, aku menikmati lelah dengan memesan semangkok bakmi panas di depan Polres Jember, sambil menanti release sosialisasi buat tempat-tempat hiburan malam selama ramadhan di jember.Ah,nikmatnya menikmati semangkuk bakmi panas sambil nunggu buat liputan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baru dua suapan bakmi yang masuk dalam mulut, tiba-tiba ada teman yang memanggil dan memberitahu kalau acara releasenya sudah dimulai. Tanpa menghiraukan bakmu kesayanganku, setelah membayar kepada penjualnya, aku langsung ngibrit menuju ruangan yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil berlari-lari kecil aku tersenyum-senyum sendiri. kenanganku melayang pada beberapa bulan yang lalu, tepatnya ketika aku baru awal-awal dan agak memaksa untuk menikmati proses kerjaku.Saat itu, aku sedang liputan kasus human trafficking di pengadilan negeri jember. Sambil nunggu mulai, aku memesan bakso kikil yang letaknya tepat di sebelah ruang sidang tersebut.Kejadiannya sama seperti yang ceritakan di atas. Seorang kawan saya memanggil, karena sidang kasus tersebut sudah mau dimulai. Waktu itu, saya cuek dan memilih menghabiskan bakso kikil saya. Setelah habis, baru saya menghampiri ruang sidang dan mendapatinya sudah separuh jalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika mengingat dua kejadian tersebut, saya jadi merenung sendiri akan perbedaan kedua situasi di atas. Suasana dan situasi yang hampir sama namun akhir mata rantainya yang berbeda. dalam kedua kejadian tersebut saya menemukan proses yang sungguh luar biasa dariNya.Proses yang mengantarkan saya pada fase kedewasaan untuk menghargai sebuah tanggung jawab yang telah saya terima.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang harus saya tinggalkan sejenak, ketika saya harus menghadapi pekerjaan yang merupakan tanggung jawab saya.Apapun yang saya tinggalkan, bukan berarti saya tak menghargainya.Semangkok bakmi yang saya tinggalkan membangkitkan kenangan yang begitu mendalam buat saya. Akhirnya saya bisa menjadi profesional untuk pekerjaan saya.Apapun dan siapapun yang saya tinggalkan, saya sangat menyayanginya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berat rasanya ketika kita harus berjauhan dan meninggalkan orang yang kita sayangi karena pekerjaan yang merupakan tanggung jawab kita.Beri pengertian pada mereka bahwa itu hanyalah sementara. Ketika kita usai menunaikan tugas kita, kita akan kembali untuk mereka juga. Yakinkan pada orang-orang yang kita cintai untuk selalu mendukung apa yang kita kerjakan, karena itu semua adalah semangat bagi kita. Inilah semangkuk bakmi panas, secuil pekerjaan, dan sebongkah rasa sayang dari orang-orang yang kita cintai. Mungkin, kata sebongkah tak dapat mewakili apa yang mereka berikan. Tulisan ini saya dedikasikan untuk orang-orang tercinta yang ada di sekitar kita. I love You Sayang...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-7458476306311410255?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2009/08/semangkuk-bakmi-panas-dan-sebongkah.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SpLfxBaTrDI/AAAAAAAAAGo/cNi4r2q4UPA/s72-c/BAKMI+KUAH+SEAFOOD%21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-4539342835101620819</guid><pubDate>Tue, 28 Apr 2009 19:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-28T14:11:15.219-07:00</atom:updated><title>Tolong Bedakan Antara Seni dan Pornographi!!!</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SfdoR4HXRRI/AAAAAAAAAFo/dullLJbEYVo/s1600-h/nude-art.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 515px; height: 272px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SfdoR4HXRRI/AAAAAAAAAFo/dullLJbEYVo/s320/nude-art.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329843340346606866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, keadaan seolah tak bisa berkompromi dengan segala macam hal. Semuanya seolah tak bisa dikomunikasikan dengan baik-baik.Aturan dan petisi diluncurkan seolah tak terkendali. Kritik-kritik cadas dan tajam saling berlomba membunuh kreativitas dan tak pandang bulu. Semacam kritik-kritik tak berteori. Mungkin, ini jamannya "gado-gado". Segala macam bidang seolah dicampur-campur tanpa mengenal kasihan. Politik dicampur adukan dengan agama. Pendidikan dicampur adukan dengan duit. Dan yang lebih parah, seni dicampur adukan dengan agama.Ah, jika semuanya dicampur adukan seperti ini, akan semakin banyak pembunuhan kreativitas di muka bumi ini. Apa yang bisa disalahkan?Sistemnya?Ataukah sistem komunikasinya?Whateverlah dengan semua sistem. Yang jelas, harus ada yang benar-benar berpositive thinking dengan segala macam yang terbatas dan dibatasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang secara nyata terbukti membungkam kreativitas adalah dengan memunculkan masalah seni, pornografi, dan agama. Semua orang menggembor-nggemborkan masalah pornografi yang jelas-jelas diharamkan oleh agama. Semua orang seolah-olah menyamaratakan semua yang mengandung unsur pornografi (mereka menganggapnya begitu).Tapi, di sisi lain, di belahan dunia yang lain,ada beberapa kaum yang merasa terasing dengan lontaran seperti itu. Kaum yang sudah lama bergulat dibidang yang sekarang (sebut saja) sedang dihujat. Kaum yang sudah lama membangun dengan cita rasa seni yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membahasakannya dengan kaum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"kaum nude art"&lt;/span&gt;, kenapa saya menyebutnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"kaum nude art"? &lt;/span&gt;Jawabannya simple, karena saya tidak tahu dunia membahasakannya apa, jadi saya menyebutnya begitu. Mohon koreksinya apabila tak berkenan:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, sebut saja  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"kaum nude art" &lt;/span&gt;melukiskan inspirasinya dengan melukis ataupun memotret lekuk-lekuk tubuh wanita (bahkan dengan tanpa busana sekalipun) dengan ramuan cita rasa yang khas dan berestetika tinggi. Dengan harapan, siapa saja yang melihatnya mampu menangkap bahwa dalam setiap lekukan tubuh manusia dianugerahi daya estetika seni yang luar biasa hebatnya.Namun, banyak orang mengartikannya sebagai pornografi. Dan ini sangat dimanfaatkan oleh orang-orang yang nggak bertanggung jawab, sehingga mengubah seni itu sebagai pornografi.Orang-orang yang tak bertanggung jawab inilah yang merubah pandangan dunia bahwa kebanyakan karya-karya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"kaum nude art" &lt;/span&gt;adalah penyebarluasan pornografi&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. &lt;/span&gt;Ini yang salah besar dan harus diluruskan.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Apa yang harus diluruskan dari semua ini? Yang harus diluruskan dari semua ini adalah pikiran kita. Akan lebih bijaksana apabila kita mampu berpositive thinking terhadap segala gejala yang terjadi. Berpositive thinking dengan segala realita yang ada. Dan bijaklah dalam menangkap setiap permasalahan. Bijaklah memandang segala sesuatu dari sudut pandang manapun, hingga kita menemukan titik terangnya. Setidaknya dalam permasalahan ini, bijaklah untuk membedakan mana yang berpihak pada seni dan mana yang memang mengacu pada pornografi&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tolong bedakan dengan bijak, antara seni dan pornografi! Tolong jangan campur adukan keduanya. Bagaimana cara membedakannya dengan bijak? Caranya adalah dengan berpositive thinking dan melihatnya dengan mata hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mampu survive dengan semua yang semakin terbatas ini. Teknologi semakin tinggi, namun kreativitas kita seolah dibatasi. Mari kita berpositive thinking untuk menciptakan karya dengan tak terbatas dan tak membatasi yang lainnya,namun di kondisi yang serba dibatasi. Mari kita sama-sama berproses untuk mempertahankan (setidaknya eksistensi) kita yang memang dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati proses yang dibatasi...&lt;br /&gt;Selamat bertahan untuk berproses...&lt;br /&gt;Selamat menikmati yang terbatas....&lt;br /&gt;dan, bijaklah menikmatinya...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-4539342835101620819?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2009/04/tolong-bedakan-antara-seni-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SfdoR4HXRRI/AAAAAAAAAFo/dullLJbEYVo/s72-c/nude-art.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-5203055857157872368</guid><pubDate>Mon, 23 Mar 2009 09:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-28T12:49:25.666-07:00</atom:updated><title>Rindu Hujan . . .</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SfdZyAxIX3I/AAAAAAAAAFg/hJo1ILaTEdw/s1600-h/1-hujan-payung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 213px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SfdZyAxIX3I/AAAAAAAAAFg/hJo1ILaTEdw/s200/1-hujan-payung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329827399750672242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hujan merupakan bagian dari kehidupan. Seperti halnya cerita cinta yang selalu mengguyuri pori-pori perasaan manusia, uhuii... Bukan hanya sekedar air yang tercurah. Kalau kita bayangkan tak sesederhana itu prosesnya. Berawal dari angin yang menggoda awan hingga marah, kemudian awan menangis dan turunlah titik air bening yang namanya hujan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari proses yang kita anggap sangat sederhana, ternyata melalui proses yang tak biasa ya!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa seperti itu ya, gambaran sebuah perasaan dalam kehidupan manusia?Karena, seperti halnya hujan, perasaan manusia tak pernah bisa ditebak. Kadang mendung, kadang cerah, bahkan kadang hujan. Hal yang tak bisa kita prediksikan dalam prakiraan cuaca ( dulu selalu ada di akhir acara "dunia dalam berita-TVRI" ). Berarti, dapat kita tarik kesimpulan bahwa ada kemungkinan, hujan dan perasaan manusia itu saling berkaitan dan bercengkrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali rasanya kalau ada orang yang selalu mengumpat ketika hujan turun, mungkin alasan "mereka" sudah bisa ditebak, hujan turun pada saat yang tidak tepat bagi mereka. Padahal, kalau kita pikir-pikir hujan selalu turun pada saat yang tepat dan pada sa'at dibutuhkan. Sa'at yang panas, kering dan kerontang. Sa'at jiwa-jiwa kita haus dan butuh guyuran. Sa'at hewan-hewan butuh minum dan tak ada air lagi. Sa'at kita tak sempat menyirami kebun kita, karena repot dengan urusan pekerjaan. Dan sa'at yang tak kita duga sebelumnya bahwa kehadiran hujan sangat kita harapkan. Kalaupun kita merasa tak mengharapkannya, di belahan dunia yang lain ada yang sangat mengharapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita belajar untuk menghargai apa yang diputuskan oleh Tuhan, karena pasti itu yang terbaik bagi kita. Mungkin jika kita selalu menghujat apa yang telah Dia putuskan, Dia akan marah, maka sudah bisa dipastikan lagi, hujan yang awalnya sangat kita butuhkan dan rindukan malah berbalik menjadi bencana bagi kita ( ini hanya sebuah kemungkinan saja ). Stidaknya, bencana memberi pelajaran bagi kita untuk belajar ikhlas dengan segala keputusanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sudah berusaha untuk ikhlas, bukankah sangat mungkin kita bisa berkawan dengan cuaca dan kondisi apapun. Akan sangat mungkin untuk kita survive dalam era dunia yang bermacam-macam. Mari sama-sama kita coba, saat hujan turun, sambutlah dengan senyum keikhlasan dan dengan sayap terbuka, kemudian menarilah bersama hujan. Bersahabatlah dengan hujan, karena bagaimanapun juga, kita sangat membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kita, bahwa hujan juga mampu menciptakan suasana yang romantis. Kalau nggak percaya, cobalah berciuman di kala hujan, pasti rasanya akan sangat istimewa dibandingkan saat-saat biasa lainnya. Kalau pada suasana yang lain tanpa kesan,mungkin. Tapi dalam hujan,  kondisi dan suasana apapun selalu menghadirkan romansa yang tak biasa dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati hujan hari ini...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-5203055857157872368?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2009/03/rindu-hujan.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SfdZyAxIX3I/AAAAAAAAAFg/hJo1ILaTEdw/s72-c/1-hujan-payung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-4592785874510440504</guid><pubDate>Sun, 22 Feb 2009 10:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-22T02:02:30.174-08:00</atom:updated><title>Berbanggalah Hidup di Jember</title><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Workshop Nasional Pengelolaan dan Konservasi Penyu di Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Jember, Dipercaya Sebagai Duta Konservasi Penyu Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Workshop Nasional yang bertajuk Pengelolaan dan Konservasi Penyu dilaksanakan mulai tanggal 22-23 Januari 2009, di Hotel Bintang Mulia Kabupaten Jember dalam rangka Pengembangan Kebijakan Konservasi dan Pengelolaan Penyu di Indonesia. Kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerjasama antara Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Ditjen. KP3K-DKP dengan Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati, PHKA-Dephut, serta 2 (dua) rekan NGO yaitu CI dan WWF.Dalam sambutannya, Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan, M. Syamsul Ma’arif menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia melalui berbagai instansi, organisasi LSM dan para pakar dari perguruan tinggi telah terlibat aktif pada kegiatan konservasi penyu di Indonesia. Departemen Kehutanan melalui Direktorat Jenderal PHKA juga telah mengelola kawasan peneluran penyu di seluruh Indonesia.Penegakan hukum kini menjadi permasalahan dalam upaya konservasi penyu di Indonesia. “Walaupun telah dikeluarkan peraturan perundang-undangan perlindungan penyu, masyarakat masih juga mengkonsumsi daging penyu secara ilegal, “ungkapnya.Sementara itu Bupati Jember MZA Djalal menghibau agar semua masyarakat mempunyai kesadaran dan tanggung jawab yang besar dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya mengenai kualitas dan kuantitas keberadaan populasi penyu di Indonesia. Atas nama masyarakat Jember, Bupati Djalal merasa sangat bangga atas kepercayaan dari pusat yang menjadikan Jember sebagai ajang dan sarana untuk berdiskusi serta bertukar pikiran untuk membahas persoalan-persoalan bangsa dan dunia. “Jember saat ini dipercaya oleh Departemen Kelautan dan Departemen Kehutanan untuk membahas pelestarian dan pengelolaan populasi Penyu di Indonesia, “paparnya.Pemkab Jember bersama BKSDA dan aparat keamanan berupaya terus menerus memantau, mengendalikan dan mengamankan segala sesuatu yang menyangkut pelanggaran masalah penyu, meskipun diakui masih banyak dijumpai oknum-oknum yang terlibat dalam pencurian telur penyu.Salah satu Narasumber Workshop Nasional, Windia Adyana, dosen Universitas Udayana Bali mengatakan dalam kurun waktu 20 tahun, populasi penyu di Indonesia merosot tajam, diperkirakan penurunan jumlah penyu mencapai 80 persen. Penurunan populasi penyu ini terjadi di pulau Jawa, Berau, Papua Selatan. "Berdasarkan survei, tidak ada populasi penyu yang tidak menurun, "ujar Windia Adyana, dosen Universitas Udayana Bali saat memaparkan turunnya populasi penyu di beberapa daerah di Indonesia. Beliau menghimbau agar pemerintah melalu pihak-pihak yang terkait segera melakukan konservasi terhadap penyu di seluruh Indonesia. Segadai contoh, populasi penyu di Sukamade di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Awal 1980, populasi penyu sekitar 2.000 ekor yang naik ke Pantai Sukamade Banyuwangi, dan hal tersebut merosot tajam hingga tahun 2000-an. Baru menginjak tahun 2001 populasi mulai naik lagi. Dan Tahun 2001 diperkirakan sekitar 700 penyu yang naik ke pantai. Sementara, tahun 2008 lalu, diperkirakan ada sekitar 1.600 penyu naik ke pantai. Penurunan populasi penyu, antara lain disebabkan adanya abrasi laut, predasi, degradasi ruang pakan, pembangunan di sekitar wilayah konservasi, serta faktor berupa pencurian, serta penggunaan pukat harimau atau troll. "Banyak penyu yang tidak sengaja tertangkap oleh nelayan yang hendak mencari ikan, "tegasnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;-=+ siola-bait-23+=-&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hanna An-Nawawi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-4592785874510440504?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2009/02/berbanggalah-hidup-di-jember.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-1229659311624902570</guid><pubDate>Sun, 22 Feb 2009 09:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-22T01:55:58.832-08:00</atom:updated><title>Selamat Datang Untuk Kembali dan Berusaha Berproses Lagi</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SaEhEwh-X0I/AAAAAAAAAE0/uZ2tUaqBSUE/s1600-h/kupu.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305558201649749826" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 174px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SaEhEwh-X0I/AAAAAAAAAE0/uZ2tUaqBSUE/s200/kupu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;meskipun lelah...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;kuatkan tangan tuk menggenggam...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;meskipun sakit...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;tegakkan kepala tuk menatap...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;jika harus terbang...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;terbanglah dengan kesan yang indah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;dan sempurna...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;terbanglah dengan bangga...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;karena membuat keputusan untuk terbang&lt;br /&gt;jika harus berlari,usahakan berteriak merdeka&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;karena keputusan untuk berlari muncul dari merdekanya jiwamu...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;jika harus berlari,berlarilah dengan lembut...&lt;br /&gt;jika harus mati,&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;matilah dengan bijaksana&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;tinggalkan sayap dan cahayamu...&lt;br /&gt;dan jika ingin datang,datanglah dengan tegar...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;jangan datang dengan kerapuhan...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;bagaimana kau harus berjalan?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;jika pada awal kedatanganmu membawa kerapuhan???&lt;br /&gt;jika ingin bersamaku...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;datanglah dengan tegar...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;terbanglah dengan indah...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;berlarilah dengan merdeka...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;matilah dengan bijaksana...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;janganlah kau pelihara kejengahanmu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;biarkan jengah itu yang kan mengikuti irama kita....&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;-=+ siola-bait-23+=-&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Hanna An-Nawawi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-1229659311624902570?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2009/02/selamat-datang-untuk-kembali-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SaEhEwh-X0I/AAAAAAAAAE0/uZ2tUaqBSUE/s72-c/kupu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-7095386656113369965</guid><pubDate>Sun, 08 Feb 2009 08:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-08T00:25:42.267-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>opini bebas</category><title>Cangkrukan,Ciptakan Budaya Gojlokan dan Ngrasani...</title><description>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SY6WAupRjNI/AAAAAAAAAEs/UZ722RJPOio/s1600-h/tukang-gosip.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SY6WAupRjNI/AAAAAAAAAEs/UZ722RJPOio/s200/tukang-gosip.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300338750726966482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ketika selesai membaca majalah Chic edisi terbaru, saya menemukan kata-kata yang menginspirasi saya untuk menuliskan sebuah opini. Yah, tulisan ini cuma sekadar opini bebas saja. karena bagi saya,  kebebasan dalam menulis sangat mempengaruhi hidup saya dan pekerjaan saya nantinya. Yah, walaupun terasa sakit bila ada yang memenjarakan tulisan kita. He..he...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;div style="text-align: left; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, kita tak pernah tahu bahwa apa yang kita ucapkan seringkali tidak bisa diterima, bahkan seringkali menyakiti lawan bicara kita. &lt;b&gt;Pernahkah kita menyadari bahwa sebuah hinaan yang diucapkan dalam bahasa dan nada sehalus apapun selalu berpotensi untuk menyakiti orang lain?&lt;/b&gt;Banyak kasus yang sering terjadi berawal dari hal sepele. &lt;i&gt;Joke &lt;/i&gt;atau umumnya disebut &lt;i&gt;gojlokan &lt;/i&gt;dalam kehidupan kita sehari-hari, sering berakibat fatal dan cukup berimbas ke organisasi tentunya. Awalnya &lt;i&gt;cangkrukan&lt;/i&gt;, ngobrolin tentang hidup dan &lt;i&gt;nglanturin &lt;/i&gt;masalah kuliah eh malah keterusan ngomongin orang lain, dan yang lebih bahaya lagi mulai deh ada gojlokan-gojlokan yang awalnya kecil menjadi gojlokan besar yang merupakan&lt;i&gt; monster pembunuh karakter&lt;/i&gt;. Namun ada juga yang memakai &lt;i&gt;gojlokan &lt;/i&gt;sebagai pemantik semangat. Yah, pinter-pinter aja kita memilah-milah &lt;i&gt;bung&lt;/i&gt;, mana yang sekiranya berpotensi untuk menyemangati, mana yang berpotensi menyakiti perasaan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: left; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Setiap manusia pada dasarnya secara naluriah pasti mempunyai potensi untuk berbudaya &lt;/span&gt;&lt;i&gt;ngrasani dan nggojloki,&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt; namun alangkah bijaknya apabila kita mampu melihat situasi dan kondisi serta karakter orang yang kita tuju, maupun juga lawan bicara kita. Karena setiap orang mempunyai karakter dan celah yang berbeda-beda. Apalagi yang namanya budaya &lt;/span&gt;&lt;i&gt;ngrasani &lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;itu sangat berpotensi besar untuk mengarah ke Fitnah. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Alfitnatu Asyaddu Minal Qotli,&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt; kalau gak salah sih bunyinya seperti itu, yang artinya : fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Nah, bahaya &lt;/span&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;??Kalu masalah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;ngrasani, &lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;sebenarnya kalau kita pikirkan gak ada manfaatnya sama sekali buat kita. Masih banyak yang harus kita lakukan ke depan dari pada harus ngurusin masalah orang lain. Selama kehidupan pribadi kita nggak ada yang ngusik, akan lebih baik bila kita juga menghormati kehidupan orang lain. Ini bukan acuh lho namanya, harus dibedakan lho. jika orang itu gak memilih kita untuk tahu masalah pribadinya, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;mbok ya nyadar dong&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;,nggak usah ngusik masalah pribadi orang lain.Sekarang coba kalau kita yang diusik, gak mau &lt;/span&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;?&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt; Nah, kedua hal tersebut biasanya sangat sering kita jumpai saat cangkrukan. Karena biasanya dalam cangkrukan, kita menemukan proses-proses kehidupan yang jarang kita temukan di tempat lain.Ya, bukannya menghujat budaya cangkrukan sih. Semua itu bisa kita minimalisir dengan memutuskan mata rantai kebiasaan tersebut (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;ngrasani dan nggojloki yang bisa membunuh karakter)&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;. Mari kita sama-sama berusaha untuk berpikir positif dan terarah. InsyaAllah, bisa jadi pisau untuk memutus mata rantai kedua budaya tersebut dalam kehidupan kita. &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Amiin&lt;/st1:city&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Nb&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Tulisan ini bukan masalah sok sensitif atau apalah namanya, hanya mengingatkan saja bahwa menyakiti orang lain merupakan proses yang sangat mudah kita lakukan dimana saja, oleh karena itu berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan...&lt;br /&gt;Be careful with your jokes&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: center; font-family: times new roman;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-----&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: times new roman;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: times new roman;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seberapa hebatkah kita? Hingga harus mengorbankan perasaan orang lain yang kita anggap bisa diremehkan dengan mudah, dengan menyakiti hatinya....&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: times new roman;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: times new roman;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Seberapa hebatkah kita? Hingga harus meremehkan kemampuan orang lain yang kita anggap nggak mampu melakukan suatu hal, dengan tak menghormati pilihannya...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: times new roman;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: times new roman;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Seberapa hebatkah kita?Hingga harus menyakiti orang lain dengan melecehkan kehidupan dan keluarganya?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: times new roman;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: times new roman;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;*penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata dalam tulisan ini yang menyinggung perasaan&lt;b&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;By : -=+ siola-bait-23+=- &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: times new roman;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;XXIII-05.16.273-SWP&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;         Hanna An-Nawawi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-7095386656113369965?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2009/02/cangkrukanciptakan-budaya-gojlokan-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SY6WAupRjNI/AAAAAAAAAEs/UZ722RJPOio/s72-c/tukang-gosip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-6756332832586636710</guid><pubDate>Tue, 09 Dec 2008 21:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-22T02:38:15.539-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>opini_saja</category><title>Berbahagialah Menjadi Orang Merdeka...</title><description>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/ST7jLX7173I/AAAAAAAAAEc/BECD2E-VrxI/s1600-h/freedom1.jpg"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277905597867880306" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 136px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/ST7jLX7173I/AAAAAAAAAEc/BECD2E-VrxI/s200/freedom1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,153,51);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;color:#000000;" &gt;Arti dari kata merdeka itu sebenarnya adalah bebas, bebas di sini dalam artian sebebas-bebasnya, namun tetap dalam konteks yang wajar. Wajar yang dimaksud adalah : tidak brutal. Merdeka adalah kebebasan untuk melakukan apa saja, termasuk kebebasan berekspresi ( tentu saja dengan batas-batas kewajaran dimana kebebasan itu dinyatakan layak ), dan tentu saja dengan melakukan hal tersebut, jiwa dan raga kita pun ikhlas menyuarakan kemerdekaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,153,51);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Kemerdekaan&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;yang sebenarnya adalah kemerdekaan yang datangnya dari hati, bukan atas tuntutan keadaan dan paksaan jaman. Apalagi karena trend, dengan iming-iming nasionalisme. Itu bukannya kemerdekaan, tapi hanya akan memenjarakan kita secara perlahan namun pasti. Apakah selamanya kita harus terpenjara oleh idiom nasionalisme? Hanya karena ingin dikatakan nasionalisme, banyak yang menggembor-gemborkan tentang kemerdekaan. Itu namanya omong kosong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,153,51);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Orang yang telah meraih kemerdekaan dalam hidup, hati, dan jiwanya - selalu&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;bersikap ikhlas terhadap sekitarnya. Karena kemerdekaan itu telah menerangkan jiwa mereka, untuk selalu berbagi dengan sesama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,153,51);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;color:#000000;" &gt;Ahh, berbahagialah mereka-mereka yang telah menjadi orang merdeka. Merdeka untuk sekitar, untuk hidupnya, dan merdeka untuk jiwanya. Itu adalah pilihan bagi kita. Menjadi orang merdeka secara lahir dan batin, ataukah hanya sekedar merasa merdeka saja. Tinggal bagaimana kita mengasahnya menjadi sebentuk keyakinan yang akan membawa kita menuju kemerdekaan yang hakiki. Terima Kasih...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,153,51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selamat Berbahagia, orang -orang yang meraih kemerdekaan sejati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-6756332832586636710?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2008/12/berbahagialah-menjadi-orang-merdeka.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/ST7jLX7173I/AAAAAAAAAEc/BECD2E-VrxI/s72-c/freedom1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-4746117591269608924</guid><pubDate>Tue, 09 Dec 2008 20:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T13:02:21.048-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Puisi-Koe</category><title>Imaji - Imajiku . . . .</title><description>&lt;p&gt;       &lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Kala tatapan ku kosong melompong&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Jiwa ku melayang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Menyusuri kelamnya jagad raya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Hingga ku tenggelam dalam dunia imaji&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Menghanyutkan kehidupanku&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Memeluk bidadari dalam keheningan malam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Tertawa riang bersama kurcaci-kurcaci syurga&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Larut dalam canda tawa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Yang terlahir dari sebuah kerinduan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Tuk merasakan hangatnya cinta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Yang kini telah merasuk jauh ke dalam sukma&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Ku dapat merasakan lembutnya hati mereka&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Hangatnya kulit mereka&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Merasakan kesedihan mereka&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Keriangan hidup mereka&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Menjadikan imaji sebagai kawan sejati&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Yang menghilang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Dan datang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Dengan semau pikiranku&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Hingga ku tenang dalam lamunanku&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Enggan dalam ketakutanku&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Tuk ditinggal pergi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Lagi..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 130%;"&gt;-haNNa_PoeMs-&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 153, 51);" align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 130%;"&gt;17 Oktober 2006&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-4746117591269608924?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2008/12/imaji-imajiku.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-6418220123214805447</guid><pubDate>Mon, 19 May 2008 11:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-19T05:37:10.142-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>info pelangi</category><title>Mengenali Bahasa Tubuh Saat Pasangan Berbohong</title><description>&lt;p style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Siapa yang suka dibohongi. Tidak saya, Anda ataupun pasangan Anda. Meski begitu, setiap orang pasti pernah berbohong, entah itu kebohongan besar atau kecil. Bohong untuk kebaikan ataupun untuk menutupi kesalahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anda pun pernah berbohong pada pasangan. Mulai dari bohong sepele seperti, ”Potongan rambutmu terlihat bagus banget sayang...” atau ”Otot perutmu bahkan lebih kencang dari Brad Pitt lho,” atau bohong yang lebih serius, ”Tidak, sayang, aku tidak membuka kartu kredit lagi,”. Namun, dalam hidup berpasangan kebohongan sepele pun bisa menghancurkan hubungan Anda. Jika Anda bisa berbohong, begitu juga pasangan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Mengapa orang berbohong?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak yang mengatakan saran ampuh mempertahankan hubungan adalah komunikasi lancar. Tentunya komunikasi yang jujur. Tapi mengapa orang takut berkata jujur?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Orang berbohong karena mereka merasa tidak nyaman jika mengatakan kebenaran, demikian tutur Dr. Jackie Black, pakar hubungan juga pengarang buku &lt;i&gt;Meeting Your Match: Cracking The Code to Successful Relationship&lt;/i&gt; dari Amerika Serikat. Bukan ketakutan atas perilaku kasar namun ketika Anda menjalin sebuah hubungan dan Anda takut pasangan Anda tidak setuju atas sesuatu yang Anda lakukan, maka lebih mudah untuk menutupinya. Begitu juga yang dirasakan pasangan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Urusan pasangan Anda tahu atau tidak kalau Anda berbohong, biarkan menjadi urusannya. Tapi jika ia berbohong, Anda setidaknya harus bisa mengenalinya. Tidak perlu mesin polygraph a la Meet The Parents untuk mendeteksi kebohongannya! &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tanda-tanda yang bisa Anda kenali jika pasangan berbohong. “Laki-laki jika berbohong dia akan menjadi tidak setegas biasanya. Apalagi jika menghadapi pertanyaan langsung, mereka akan mengelak atau menjawab ’tidak tahu’,” demikian tutur Dr. Jackie. Memaksa mereka untuk jujur pun sia-sia, karena mereka bisa saja menutup pembicaraan dan pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: left; font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Menguraikan Bahasa Tubuh&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam banyak situasi kebohongan, seringkali mulut tidak kompromi dengan anggota tubuh lainnya. Kata-kata yang keluar terdengar meyakinkan, namun anggota tubuh lainnya mengirim sinyal yang berbeda. Berikut enam indikasi lewat bahasa tubuh yang paling sering terlihat ketika seseorang berbohong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menutupi mulut ketika berbicara. Bahasa tubuh      ini terlihat seakan-akan mereka ingin meminimalisasikan orang-orang yang      mendengar kebohongan mereka. Menutup mulut di sini benar-benar menutup      mulut dengan satu tangan atau pun hanya satu jari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm; font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51);" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menggaruk-garuk / menyentuh hidung.      Sebuah penelitian mengungkapkan berbohong menyebabkan jaringan sel di      daerah hidung membesar, sehingga terasa gatal. Atau dengan kata lain,      sebuah sentuhan atau garuk kecil di hidung bisa jadi tanda-tanda dia      berbohong.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menggaruk mata. Ketika seseorang      berbohong, secara insting ia akan membuang tatapannya. Namun, karena sikap      ini sangat menyatakan ’kebohongan’, banyak orang yang memilih untuk      menggaruk mata sekilas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menggaruk belakang telinga atau daun telinga.      Sama halnya dengan bahasa tubuh menggaruk mata atau hidung. Anda melihat      seseorang merasa tidak nyaman karena mereka baru saja berbohong.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meraba leher. Sebuah penelitian mengungkapkan      berbohong dapat menyebabkan rasa geli di kulit leher sehingga ada      kecenderungan seseorang menarik kerah atau memperbaiki kerah baju mereka      (meskipun tidak ada yang salah dengan kerahnya). Perilaku ini      mengisyaratkan bahwa si pembicara merasa tidak nyaman dengan apa yang ia      utarakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menggelengkan kepala sementara mulut mengiyakan. Jika pasangan berkata, ”Ya, aku pulang telat karena ada tugas susulan yang harus diselesaikan,” sambil menganggukkan kepalanya, maka dia memang bekerja lembur. Namun, sebaliknya, jika ia mengatakan hal yang sama namun gerakan kepala yang menggeleng atau menghindari Anda, hmm..coba tanyakan lebih lanjut kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Menghentikan kebiasaan berbohong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;Agar hubungan Anda dan pasangan tetap harmonis dan menghentikan kebiasaan berbohong, Dr. Jackie Black mengatakan ada 3 pilar yang dibutuhkan. &lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sikap hormat dan itikad baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sikap menghargai pasangan seperti Anda menghargai diri Anda &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menciptakan suasana nyaman dengan memimalisasikan pikiran negatif diantara Anda berdua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 36pt; text-align: right; font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Conectique.com&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: right; font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;29 April 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-6418220123214805447?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2008/05/mengenali-bahasa-tubuh-saat-pasangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-1602611622990900892</guid><pubDate>Sat, 17 May 2008 09:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-17T03:00:21.549-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>puisi koe</category><title>Pelangi adalah...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SC6oycRxqJI/AAAAAAAAABw/EtEKG2LfFgg/s1600-h/ups.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 244px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SC6oycRxqJI/AAAAAAAAABw/EtEKG2LfFgg/s320/ups.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201280204197177490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51); font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;Pelangi adalah sebuah kemerdekaan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51); font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;yang menghiasi langit manakala seusai hujan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51); font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;menyejukkan dan mendamaikan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51); font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;kesahajaan dan kesederhanaannya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51); font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;seolah meniup mendung yang memayungi langit...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51); font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;seketika mentari pun menerangi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 153, 51); font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;jalan-jalan beku nan dingin...&lt;br /&gt;pelangi selalu hadir setelah hujan...&lt;br /&gt;meski terkadang bersembunyi di balik mendung&lt;br /&gt;pelangi adalah....&lt;br /&gt;bermacam-macam pilihan yang sangat indah....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 102, 51); font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;Djember, 19 januari 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-1602611622990900892?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2008/05/pelangi-adalah.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_E42YfXWznfc/SC6oycRxqJI/AAAAAAAAABw/EtEKG2LfFgg/s72-c/ups.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-981507266179969704.post-3624060444307188546</guid><pubDate>Tue, 13 May 2008 10:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-13T03:45:08.151-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Puisi-Koe</category><title>Senja...;</title><description>&lt;h3 class="post-title"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;/h3&gt;                  &lt;p&gt;       &lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Masihkah kau tertawa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;tentang dukaku yang purba&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;sedangkan tawamu hanyalah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;eskapisme rasa sakit yang kian senja?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;----&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;senja itu yang sinis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;mendomba latar langit jingga&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;kelam yang bukan menjemput&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;bersembunyi dalam mendung yang sarat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;masihkah kau percaya pada senja?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;menanti rebah dalam ledakan ketawa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;coba bertahan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;embun dingin tak pernah mungkir&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;pasti ada penamat kronologi dukamu...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;-haNNa_poeMs-&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/981507266179969704-3624060444307188546?l=gadis-pelangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://gadis-pelangi.blogspot.com/2008/05/senja.html</link><author>noreply@blogger.com (Hanna An-Nawawi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>