Ramadhan kali ini datang lagi, dengan wajah dan suasana yang baru dan tentu saja berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Seperti halnya waktu, selalu datang silih berganti dengan cepatnya, namun selalu ada kenangan yang memenuhi sisi ruangnya.
Ramadhan, dari dulu selalu diidentikkan dengan puasa, yang merupakan salah satu bagian dari rukun islam. Selain itu, esensi dari ramadhan adalah proses kita menuju kesucian ibaratnya bayi yang terlahir kembali setelah sembilan bulan berada dalam kandungan = Idul Fitri.
Pada hakekatnya, orang yang berpuasa adalah orang yang menahan hawa nafsu dari segala hal yang mengikatnya, seperti makanan, minuman, nafsu birahi, emosi, dan nafsu-nafsu lainnya. Menahan segala nafsu yang mengikat akan membersihkan hati dan pikiran kita dari segala macam hal yang bisa membuatnya “berkarat”.
Jika hati dan pikiran kita berkarat maka akan mengubah segala perilaku kita dan menutup jalan pikiran dan hati kita dengan karat-karat yang merugikan. Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, sedapat mungkit kita menetralisir segala gesekan-gesekan tersebut dengan amalan-amalan yang mampu membersihkan karat-karat tersebut.
Ramadhan, adalah waktu yang tepat bagi kita untuk merekonstruksi kembali apa yang pernah kita lakukan dan tinggalkan dulu. Saatnya kita menata ulang komponen-komponen yang berpengaruh dalam hati, jiwa dan pikiran kita agar segala yang kita lakukan berjalan sesuai dengan gambaran kita dan selalu berada pada jalur yang telah ditetapkan oleh-Nya. Putar kembali memori dalam otak kita yang berisi kenangan-kenangan, telaah lagi setiap kenangan tersebut dengan kepekaan hati dan jiwa yang outentik dengan segala aturan-Nya.
Setiap orang memaknai Ramadhan dengan esensi yang berbeda-beda. Belum tentu esensi seorang wakil rakyat bisa sama dengan esensi seorang penjual takjil. Apapun esensi dan kepentingan anda, mari kita saling menjaga dan menghormati setiap gerak , laku, dan tutur kita di bulan yang penuh rahmad ini. Bukankah akan sangat indah jika kita mampu memberikan warna dan menorehkan kenangan yang berbeda pada setiap ramadhan yang kita lalui dengan penuh keikhlasan?
Happy Ramadhan, semoga kita diberi kekuatan untuk selalu menata hati dan menjaga jiwa. Selamat mewarnai Ramadhan dengan keindahan, keikhlasan dan berbagi kepada sesama. Selamat menjalankan ibadah puasa, dan selamat menorehkan kenangan pada Ramadhan kali ini. Wassalam…
Kamis, 10 September 2009
Ramadhan, Saatnya Merekonstruksi Hati dan Jiwa
Diposkan oleh Hanna An-Nawawi
0
komentar
Label:
berkarat,
Happy Ramadhan,
ramadhan,
takjil
Rabu, 26 Agustus 2009
Sabtu, 22 Agustus 2009
Semangkuk Bakmi Panas dan Sebongkah Pekerjaan
Diposkan oleh Hanna An-NawawiSiang yang terik, membuat peluh tak henti-hentinya mengucur. Huff, satu hari menjelang bulan puasa, aku masih terdampar di kota yang selalu mengikat kakiku agar tak pernah beranjak = Jember. Entahlah, seperti ada daya tarik tersendiri di kota ini, seakan selalu mengajakku berdansa dengannya.
Hari ini sangat menyenangkan bagiku. Aku mulai bisa berkompromi dengan waktu dan lebih peduli pada pekerjaanku. Awalnya agak kikuk dan sok cuek sama kerjaan, tapi akhirnya aku ketagihan akan proses di dalamnya. Seperti sa'at ini, aku menikmati lelah dengan memesan semangkok bakmi panas di depan Polres Jember, sambil menanti release sosialisasi buat tempat-tempat hiburan malam selama ramadhan di jember.Ah,nikmatnya menikmati semangkuk bakmi panas sambil nunggu buat liputan.
Baru dua suapan bakmi yang masuk dalam mulut, tiba-tiba ada teman yang memanggil dan memberitahu kalau acara releasenya sudah dimulai. Tanpa menghiraukan bakmu kesayanganku, setelah membayar kepada penjualnya, aku langsung ngibrit menuju ruangan yang telah ditentukan.
Sambil berlari-lari kecil aku tersenyum-senyum sendiri. kenanganku melayang pada beberapa bulan yang lalu, tepatnya ketika aku baru awal-awal dan agak memaksa untuk menikmati proses kerjaku.Saat itu, aku sedang liputan kasus human trafficking di pengadilan negeri jember. Sambil nunggu mulai, aku memesan bakso kikil yang letaknya tepat di sebelah ruang sidang tersebut.Kejadiannya sama seperti yang ceritakan di atas. Seorang kawan saya memanggil, karena sidang kasus tersebut sudah mau dimulai. Waktu itu, saya cuek dan memilih menghabiskan bakso kikil saya. Setelah habis, baru saya menghampiri ruang sidang dan mendapatinya sudah separuh jalan.
Jika mengingat dua kejadian tersebut, saya jadi merenung sendiri akan perbedaan kedua situasi di atas. Suasana dan situasi yang hampir sama namun akhir mata rantainya yang berbeda. dalam kedua kejadian tersebut saya menemukan proses yang sungguh luar biasa dariNya.Proses yang mengantarkan saya pada fase kedewasaan untuk menghargai sebuah tanggung jawab yang telah saya terima.
Ada yang harus saya tinggalkan sejenak, ketika saya harus menghadapi pekerjaan yang merupakan tanggung jawab saya.Apapun yang saya tinggalkan, bukan berarti saya tak menghargainya.Semangkok bakmi yang saya tinggalkan membangkitkan kenangan yang begitu mendalam buat saya. Akhirnya saya bisa menjadi profesional untuk pekerjaan saya.Apapun dan siapapun yang saya tinggalkan, saya sangat menyayanginya.
Berat rasanya ketika kita harus berjauhan dan meninggalkan orang yang kita sayangi karena pekerjaan yang merupakan tanggung jawab kita.Beri pengertian pada mereka bahwa itu hanyalah sementara. Ketika kita usai menunaikan tugas kita, kita akan kembali untuk mereka juga. Yakinkan pada orang-orang yang kita cintai untuk selalu mendukung apa yang kita kerjakan, karena itu semua adalah semangat bagi kita. Inilah semangkuk bakmi panas, secuil pekerjaan, dan sebongkah rasa sayang dari orang-orang yang kita cintai. Mungkin, kata sebongkah tak dapat mewakili apa yang mereka berikan. Tulisan ini saya dedikasikan untuk orang-orang tercinta yang ada di sekitar kita. I love You Sayang...
Read More......
Selasa, 28 April 2009
Tolong Bedakan Antara Seni dan Pornographi!!!
Diposkan oleh Hanna An-Nawawi
Sekarang ini, keadaan seolah tak bisa berkompromi dengan segala macam hal. Semuanya seolah tak bisa dikomunikasikan dengan baik-baik.Aturan dan petisi diluncurkan seolah tak terkendali. Kritik-kritik cadas dan tajam saling berlomba membunuh kreativitas dan tak pandang bulu. Semacam kritik-kritik tak berteori. Mungkin, ini jamannya "gado-gado". Segala macam bidang seolah dicampur-campur tanpa mengenal kasihan. Politik dicampur adukan dengan agama. Pendidikan dicampur adukan dengan duit. Dan yang lebih parah, seni dicampur adukan dengan agama.Ah, jika semuanya dicampur adukan seperti ini, akan semakin banyak pembunuhan kreativitas di muka bumi ini. Apa yang bisa disalahkan?Sistemnya?Ataukah sistem komunikasinya?Whateverlah dengan semua sistem. Yang jelas, harus ada yang benar-benar berpositive thinking dengan segala macam yang terbatas dan dibatasi ini.
Kasus yang secara nyata terbukti membungkam kreativitas adalah dengan memunculkan masalah seni, pornografi, dan agama. Semua orang menggembor-nggemborkan masalah pornografi yang jelas-jelas diharamkan oleh agama. Semua orang seolah-olah menyamaratakan semua yang mengandung unsur pornografi (mereka menganggapnya begitu).Tapi, di sisi lain, di belahan dunia yang lain,ada beberapa kaum yang merasa terasing dengan lontaran seperti itu. Kaum yang sudah lama bergulat dibidang yang sekarang (sebut saja) sedang dihujat. Kaum yang sudah lama membangun dengan cita rasa seni yang tinggi.
Saya membahasakannya dengan kaum "kaum nude art", kenapa saya menyebutnya "kaum nude art"? Jawabannya simple, karena saya tidak tahu dunia membahasakannya apa, jadi saya menyebutnya begitu. Mohon koreksinya apabila tak berkenan:)
Mereka, sebut saja "kaum nude art" melukiskan inspirasinya dengan melukis ataupun memotret lekuk-lekuk tubuh wanita (bahkan dengan tanpa busana sekalipun) dengan ramuan cita rasa yang khas dan berestetika tinggi. Dengan harapan, siapa saja yang melihatnya mampu menangkap bahwa dalam setiap lekukan tubuh manusia dianugerahi daya estetika seni yang luar biasa hebatnya.Namun, banyak orang mengartikannya sebagai pornografi. Dan ini sangat dimanfaatkan oleh orang-orang yang nggak bertanggung jawab, sehingga mengubah seni itu sebagai pornografi.Orang-orang yang tak bertanggung jawab inilah yang merubah pandangan dunia bahwa kebanyakan karya-karya "kaum nude art" adalah penyebarluasan pornografi. Ini yang salah besar dan harus diluruskan.
Apa yang harus diluruskan dari semua ini? Yang harus diluruskan dari semua ini adalah pikiran kita. Akan lebih bijaksana apabila kita mampu berpositive thinking terhadap segala gejala yang terjadi. Berpositive thinking dengan segala realita yang ada. Dan bijaklah dalam menangkap setiap permasalahan. Bijaklah memandang segala sesuatu dari sudut pandang manapun, hingga kita menemukan titik terangnya. Setidaknya dalam permasalahan ini, bijaklah untuk membedakan mana yang berpihak pada seni dan mana yang memang mengacu pada pornografi.
Tolong bedakan dengan bijak, antara seni dan pornografi! Tolong jangan campur adukan keduanya. Bagaimana cara membedakannya dengan bijak? Caranya adalah dengan berpositive thinking dan melihatnya dengan mata hati.
Kita harus mampu survive dengan semua yang semakin terbatas ini. Teknologi semakin tinggi, namun kreativitas kita seolah dibatasi. Mari kita berpositive thinking untuk menciptakan karya dengan tak terbatas dan tak membatasi yang lainnya,namun di kondisi yang serba dibatasi. Mari kita sama-sama berproses untuk mempertahankan (setidaknya eksistensi) kita yang memang dibatasi.
Selamat menikmati proses yang dibatasi...
Selamat bertahan untuk berproses...
Selamat menikmati yang terbatas....
dan, bijaklah menikmatinya...
Senin, 23 Maret 2009
Rindu Hujan . . .
Diposkan oleh Hanna An-Nawawi
Hujan merupakan bagian dari kehidupan. Seperti halnya cerita cinta yang selalu mengguyuri pori-pori perasaan manusia, uhuii... Bukan hanya sekedar air yang tercurah. Kalau kita bayangkan tak sesederhana itu prosesnya. Berawal dari angin yang menggoda awan hingga marah, kemudian awan menangis dan turunlah titik air bening yang namanya hujan.Dari proses yang kita anggap sangat sederhana, ternyata melalui proses yang tak biasa ya!
Apa seperti itu ya, gambaran sebuah perasaan dalam kehidupan manusia?Karena, seperti halnya hujan, perasaan manusia tak pernah bisa ditebak. Kadang mendung, kadang cerah, bahkan kadang hujan. Hal yang tak bisa kita prediksikan dalam prakiraan cuaca ( dulu selalu ada di akhir acara "dunia dalam berita-TVRI" ). Berarti, dapat kita tarik kesimpulan bahwa ada kemungkinan, hujan dan perasaan manusia itu saling berkaitan dan bercengkrama.
Sayang sekali rasanya kalau ada orang yang selalu mengumpat ketika hujan turun, mungkin alasan "mereka" sudah bisa ditebak, hujan turun pada saat yang tidak tepat bagi mereka. Padahal, kalau kita pikir-pikir hujan selalu turun pada saat yang tepat dan pada sa'at dibutuhkan. Sa'at yang panas, kering dan kerontang. Sa'at jiwa-jiwa kita haus dan butuh guyuran. Sa'at hewan-hewan butuh minum dan tak ada air lagi. Sa'at kita tak sempat menyirami kebun kita, karena repot dengan urusan pekerjaan. Dan sa'at yang tak kita duga sebelumnya bahwa kehadiran hujan sangat kita harapkan. Kalaupun kita merasa tak mengharapkannya, di belahan dunia yang lain ada yang sangat mengharapkannya.
Mari kita belajar untuk menghargai apa yang diputuskan oleh Tuhan, karena pasti itu yang terbaik bagi kita. Mungkin jika kita selalu menghujat apa yang telah Dia putuskan, Dia akan marah, maka sudah bisa dipastikan lagi, hujan yang awalnya sangat kita butuhkan dan rindukan malah berbalik menjadi bencana bagi kita ( ini hanya sebuah kemungkinan saja ). Stidaknya, bencana memberi pelajaran bagi kita untuk belajar ikhlas dengan segala keputusanNya.
Jika kita sudah berusaha untuk ikhlas, bukankah sangat mungkin kita bisa berkawan dengan cuaca dan kondisi apapun. Akan sangat mungkin untuk kita survive dalam era dunia yang bermacam-macam. Mari sama-sama kita coba, saat hujan turun, sambutlah dengan senyum keikhlasan dan dengan sayap terbuka, kemudian menarilah bersama hujan. Bersahabatlah dengan hujan, karena bagaimanapun juga, kita sangat membutuhkannya.
Sadarkah kita, bahwa hujan juga mampu menciptakan suasana yang romantis. Kalau nggak percaya, cobalah berciuman di kala hujan, pasti rasanya akan sangat istimewa dibandingkan saat-saat biasa lainnya. Kalau pada suasana yang lain tanpa kesan,mungkin. Tapi dalam hujan, kondisi dan suasana apapun selalu menghadirkan romansa yang tak biasa dalam kehidupan kita.
Selamat menikmati hujan hari ini...
Minggu, 22 Februari 2009
Berbanggalah Hidup di Jember
Diposkan oleh Hanna An-NawawiWorkshop Nasional Pengelolaan dan Konservasi Penyu di Indonesia
Jember, Dipercaya Sebagai Duta Konservasi Penyu IndonesiaWorkshop Nasional yang bertajuk Pengelolaan dan Konservasi Penyu dilaksanakan mulai tanggal 22-23 Januari 2009, di Hotel Bintang Mulia Kabupaten Jember dalam rangka Pengembangan Kebijakan Konservasi dan Pengelolaan Penyu di Indonesia. Kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerjasama antara Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Ditjen. KP3K-DKP dengan Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati, PHKA-Dephut, serta 2 (dua) rekan NGO yaitu CI dan WWF.Dalam sambutannya, Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan, M. Syamsul Ma’arif menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia melalui berbagai instansi, organisasi LSM dan para pakar dari perguruan tinggi telah terlibat aktif pada kegiatan konservasi penyu di Indonesia. Departemen Kehutanan melalui Direktorat Jenderal PHKA juga telah mengelola kawasan peneluran penyu di seluruh Indonesia.Penegakan hukum kini menjadi permasalahan dalam upaya konservasi penyu di Indonesia. “Walaupun telah dikeluarkan peraturan perundang-undangan perlindungan penyu, masyarakat masih juga mengkonsumsi daging penyu secara ilegal, “ungkapnya.Sementara itu Bupati Jember MZA Djalal menghibau agar semua masyarakat mempunyai kesadaran dan tanggung jawab yang besar dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya mengenai kualitas dan kuantitas keberadaan populasi penyu di Indonesia. Atas nama masyarakat Jember, Bupati Djalal merasa sangat bangga atas kepercayaan dari pusat yang menjadikan Jember sebagai ajang dan sarana untuk berdiskusi serta bertukar pikiran untuk membahas persoalan-persoalan bangsa dan dunia. “Jember saat ini dipercaya oleh Departemen Kelautan dan Departemen Kehutanan untuk membahas pelestarian dan pengelolaan populasi Penyu di Indonesia, “paparnya.Pemkab Jember bersama BKSDA dan aparat keamanan berupaya terus menerus memantau, mengendalikan dan mengamankan segala sesuatu yang menyangkut pelanggaran masalah penyu, meskipun diakui masih banyak dijumpai oknum-oknum yang terlibat dalam pencurian telur penyu.Salah satu Narasumber Workshop Nasional, Windia Adyana, dosen Universitas Udayana Bali mengatakan dalam kurun waktu 20 tahun, populasi penyu di Indonesia merosot tajam, diperkirakan penurunan jumlah penyu mencapai 80 persen. Penurunan populasi penyu ini terjadi di pulau Jawa, Berau, Papua Selatan. "Berdasarkan survei, tidak ada populasi penyu yang tidak menurun, "ujar Windia Adyana, dosen Universitas Udayana Bali saat memaparkan turunnya populasi penyu di beberapa daerah di Indonesia. Beliau menghimbau agar pemerintah melalu pihak-pihak yang terkait segera melakukan konservasi terhadap penyu di seluruh Indonesia. Segadai contoh, populasi penyu di Sukamade di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Awal 1980, populasi penyu sekitar 2.000 ekor yang naik ke Pantai Sukamade Banyuwangi, dan hal tersebut merosot tajam hingga tahun 2000-an. Baru menginjak tahun 2001 populasi mulai naik lagi. Dan Tahun 2001 diperkirakan sekitar 700 penyu yang naik ke pantai. Sementara, tahun 2008 lalu, diperkirakan ada sekitar 1.600 penyu naik ke pantai. Penurunan populasi penyu, antara lain disebabkan adanya abrasi laut, predasi, degradasi ruang pakan, pembangunan di sekitar wilayah konservasi, serta faktor berupa pencurian, serta penggunaan pukat harimau atau troll. "Banyak penyu yang tidak sengaja tertangkap oleh nelayan yang hendak mencari ikan, "tegasnya.
-=+ siola-bait-23+=-
Hanna An-Nawawi
Read More......
Selamat Datang Untuk Kembali dan Berusaha Berproses Lagi
Diposkan oleh Hanna An-Nawawimeskipun lelah...
kuatkan tangan tuk menggenggam...
meskipun sakit...
tegakkan kepala tuk menatap...
jika harus terbang...
terbanglah dengan kesan yang indah
dan sempurna...
terbanglah dengan bangga...
karena membuat keputusan untuk terbang
jika harus berlari,usahakan berteriak merdeka
jika harus berlari,usahakan berteriak merdeka
karena keputusan untuk berlari muncul dari merdekanya jiwamu...
jika harus berlari,berlarilah dengan lembut...
jika harus mati,
jika harus mati,
matilah dengan bijaksana
tinggalkan sayap dan cahayamu...
dan jika ingin datang,datanglah dengan tegar...
dan jika ingin datang,datanglah dengan tegar...
jangan datang dengan kerapuhan...
bagaimana kau harus berjalan?
jika pada awal kedatanganmu membawa kerapuhan???
jika ingin bersamaku...
jika ingin bersamaku...
datanglah dengan tegar...
terbanglah dengan indah...
berlarilah dengan merdeka...
matilah dengan bijaksana...
janganlah kau pelihara kejengahanmu
biarkan jengah itu yang kan mengikuti irama kita....
-=+ siola-bait-23+=-
Hanna An-Nawawi
Read More......
Langgan:
Entri (Atom)


