Selasa, 2009 April 28

Tolong Bedakan Antara Seni dan Pornographi!!!


Sekarang ini, keadaan seolah tak bisa berkompromi dengan segala macam hal. Semuanya seolah tak bisa dikomunikasikan dengan baik-baik.Aturan dan petisi diluncurkan seolah tak terkendali. Kritik-kritik cadas dan tajam saling berlomba membunuh kreativitas dan tak pandang bulu. Semacam kritik-kritik tak berteori. Mungkin, ini jamannya "gado-gado". Segala macam bidang seolah dicampur-campur tanpa mengenal kasihan. Politik dicampur adukan dengan agama. Pendidikan dicampur adukan dengan duit. Dan yang lebih parah, seni dicampur adukan dengan agama.Ah, jika semuanya dicampur adukan seperti ini, akan semakin banyak pembunuhan kreativitas di muka bumi ini. Apa yang bisa disalahkan?Sistemnya?Ataukah sistem komunikasinya?Whateverlah dengan semua sistem. Yang jelas, harus ada yang benar-benar berpositive thinking dengan segala macam yang terbatas dan dibatasi ini.

Kasus yang secara nyata terbukti membungkam kreativitas adalah dengan memunculkan masalah seni, pornografi, dan agama. Semua orang menggembor-nggemborkan masalah pornografi yang jelas-jelas diharamkan oleh agama. Semua orang seolah-olah menyamaratakan semua yang mengandung unsur pornografi (mereka menganggapnya begitu).Tapi, di sisi lain, di belahan dunia yang lain,ada beberapa kaum yang merasa terasing dengan lontaran seperti itu. Kaum yang sudah lama bergulat dibidang yang sekarang (sebut saja) sedang dihujat. Kaum yang sudah lama membangun dengan cita rasa seni yang tinggi.

Saya membahasakannya dengan kaum "kaum nude art", kenapa saya menyebutnya "kaum nude art"? Jawabannya simple, karena saya tidak tahu dunia membahasakannya apa, jadi saya menyebutnya begitu. Mohon koreksinya apabila tak berkenan:)

Mereka, sebut saja "kaum nude art" melukiskan inspirasinya dengan melukis ataupun memotret lekuk-lekuk tubuh wanita (bahkan dengan tanpa busana sekalipun) dengan ramuan cita rasa yang khas dan berestetika tinggi. Dengan harapan, siapa saja yang melihatnya mampu menangkap bahwa dalam setiap lekukan tubuh manusia dianugerahi daya estetika seni yang luar biasa hebatnya.Namun, banyak orang mengartikannya sebagai pornografi. Dan ini sangat dimanfaatkan oleh orang-orang yang nggak bertanggung jawab, sehingga mengubah seni itu sebagai pornografi.Orang-orang yang tak bertanggung jawab inilah yang merubah pandangan dunia bahwa kebanyakan karya-karya "kaum nude art" adalah penyebarluasan pornografi. Ini yang salah besar dan harus diluruskan.

Apa yang harus diluruskan dari semua ini? Yang harus diluruskan dari semua ini adalah pikiran kita. Akan lebih bijaksana apabila kita mampu berpositive thinking terhadap segala gejala yang terjadi. Berpositive thinking dengan segala realita yang ada. Dan bijaklah dalam menangkap setiap permasalahan. Bijaklah memandang segala sesuatu dari sudut pandang manapun, hingga kita menemukan titik terangnya. Setidaknya dalam permasalahan ini, bijaklah untuk membedakan mana yang berpihak pada seni dan mana yang memang mengacu pada pornografi.
Tolong bedakan dengan bijak, antara seni dan pornografi! Tolong jangan campur adukan keduanya. Bagaimana cara membedakannya dengan bijak? Caranya adalah dengan berpositive thinking dan melihatnya dengan mata hati.

Kita harus mampu survive dengan semua yang semakin terbatas ini. Teknologi semakin tinggi, namun kreativitas kita seolah dibatasi. Mari kita berpositive thinking untuk menciptakan karya dengan tak terbatas dan tak membatasi yang lainnya,namun di kondisi yang serba dibatasi. Mari kita sama-sama berproses untuk mempertahankan (setidaknya eksistensi) kita yang memang dibatasi.

Selamat menikmati proses yang dibatasi...
Selamat bertahan untuk berproses...
Selamat menikmati yang terbatas....
dan, bijaklah menikmatinya...

Senin, 2009 Maret 23

Rindu Hujan . . .

Hujan merupakan bagian dari kehidupan. Seperti halnya cerita cinta yang selalu mengguyuri pori-pori perasaan manusia, uhuii... Bukan hanya sekedar air yang tercurah. Kalau kita bayangkan tak sesederhana itu prosesnya. Berawal dari angin yang menggoda awan hingga marah, kemudian awan menangis dan turunlah titik air bening yang namanya hujan.
Dari proses yang kita anggap sangat sederhana, ternyata melalui proses yang tak biasa ya!

Apa seperti itu ya, gambaran sebuah perasaan dalam kehidupan manusia?Karena, seperti halnya hujan, perasaan manusia tak pernah bisa ditebak. Kadang mendung, kadang cerah, bahkan kadang hujan. Hal yang tak bisa kita prediksikan dalam prakiraan cuaca ( dulu selalu ada di akhir acara "dunia dalam berita-TVRI" ). Berarti, dapat kita tarik kesimpulan bahwa ada kemungkinan, hujan dan perasaan manusia itu saling berkaitan dan bercengkrama.

Sayang sekali rasanya kalau ada orang yang selalu mengumpat ketika hujan turun, mungkin alasan "mereka" sudah bisa ditebak, hujan turun pada saat yang tidak tepat bagi mereka. Padahal, kalau kita pikir-pikir hujan selalu turun pada saat yang tepat dan pada sa'at dibutuhkan. Sa'at yang panas, kering dan kerontang. Sa'at jiwa-jiwa kita haus dan butuh guyuran. Sa'at hewan-hewan butuh minum dan tak ada air lagi. Sa'at kita tak sempat menyirami kebun kita, karena repot dengan urusan pekerjaan. Dan sa'at yang tak kita duga sebelumnya bahwa kehadiran hujan sangat kita harapkan. Kalaupun kita merasa tak mengharapkannya, di belahan dunia yang lain ada yang sangat mengharapkannya.

Mari kita belajar untuk menghargai apa yang diputuskan oleh Tuhan, karena pasti itu yang terbaik bagi kita. Mungkin jika kita selalu menghujat apa yang telah Dia putuskan, Dia akan marah, maka sudah bisa dipastikan lagi, hujan yang awalnya sangat kita butuhkan dan rindukan malah berbalik menjadi bencana bagi kita ( ini hanya sebuah kemungkinan saja ). Stidaknya, bencana memberi pelajaran bagi kita untuk belajar ikhlas dengan segala keputusanNya.

Jika kita sudah berusaha untuk ikhlas, bukankah sangat mungkin kita bisa berkawan dengan cuaca dan kondisi apapun. Akan sangat mungkin untuk kita survive dalam era dunia yang bermacam-macam. Mari sama-sama kita coba, saat hujan turun, sambutlah dengan senyum keikhlasan dan dengan sayap terbuka, kemudian menarilah bersama hujan. Bersahabatlah dengan hujan, karena bagaimanapun juga, kita sangat membutuhkannya.

Sadarkah kita, bahwa hujan juga mampu menciptakan suasana yang romantis. Kalau nggak percaya, cobalah berciuman di kala hujan, pasti rasanya akan sangat istimewa dibandingkan saat-saat biasa lainnya. Kalau pada suasana yang lain tanpa kesan,mungkin. Tapi dalam hujan, kondisi dan suasana apapun selalu menghadirkan romansa yang tak biasa dalam kehidupan kita.

Selamat menikmati hujan hari ini...

Minggu, 2009 Februari 22

Berbanggalah Hidup di Jember

Workshop Nasional Pengelolaan dan Konservasi Penyu di Indonesia
Jember, Dipercaya Sebagai Duta Konservasi Penyu Indonesia

Workshop Nasional yang bertajuk Pengelolaan dan Konservasi Penyu dilaksanakan mulai tanggal 22-23 Januari 2009, di Hotel Bintang Mulia Kabupaten Jember dalam rangka Pengembangan Kebijakan Konservasi dan Pengelolaan Penyu di Indonesia. Kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerjasama antara Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Ditjen. KP3K-DKP dengan Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati, PHKA-Dephut, serta 2 (dua) rekan NGO yaitu CI dan WWF.Dalam sambutannya, Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan, M. Syamsul Ma’arif menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia melalui berbagai instansi, organisasi LSM dan para pakar dari perguruan tinggi telah terlibat aktif pada kegiatan konservasi penyu di Indonesia. Departemen Kehutanan melalui Direktorat Jenderal PHKA juga telah mengelola kawasan peneluran penyu di seluruh Indonesia.Penegakan hukum kini menjadi permasalahan dalam upaya konservasi penyu di Indonesia. “Walaupun telah dikeluarkan peraturan perundang-undangan perlindungan penyu, masyarakat masih juga mengkonsumsi daging penyu secara ilegal, “ungkapnya.Sementara itu Bupati Jember MZA Djalal menghibau agar semua masyarakat mempunyai kesadaran dan tanggung jawab yang besar dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya mengenai kualitas dan kuantitas keberadaan populasi penyu di Indonesia. Atas nama masyarakat Jember, Bupati Djalal merasa sangat bangga atas kepercayaan dari pusat yang menjadikan Jember sebagai ajang dan sarana untuk berdiskusi serta bertukar pikiran untuk membahas persoalan-persoalan bangsa dan dunia. “Jember saat ini dipercaya oleh Departemen Kelautan dan Departemen Kehutanan untuk membahas pelestarian dan pengelolaan populasi Penyu di Indonesia, “paparnya.Pemkab Jember bersama BKSDA dan aparat keamanan berupaya terus menerus memantau, mengendalikan dan mengamankan segala sesuatu yang menyangkut pelanggaran masalah penyu, meskipun diakui masih banyak dijumpai oknum-oknum yang terlibat dalam pencurian telur penyu.Salah satu Narasumber Workshop Nasional, Windia Adyana, dosen Universitas Udayana Bali mengatakan dalam kurun waktu 20 tahun, populasi penyu di Indonesia merosot tajam, diperkirakan penurunan jumlah penyu mencapai 80 persen. Penurunan populasi penyu ini terjadi di pulau Jawa, Berau, Papua Selatan. "Berdasarkan survei, tidak ada populasi penyu yang tidak menurun, "ujar Windia Adyana, dosen Universitas Udayana Bali saat memaparkan turunnya populasi penyu di beberapa daerah di Indonesia. Beliau menghimbau agar pemerintah melalu pihak-pihak yang terkait segera melakukan konservasi terhadap penyu di seluruh Indonesia. Segadai contoh, populasi penyu di Sukamade di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Awal 1980, populasi penyu sekitar 2.000 ekor yang naik ke Pantai Sukamade Banyuwangi, dan hal tersebut merosot tajam hingga tahun 2000-an. Baru menginjak tahun 2001 populasi mulai naik lagi. Dan Tahun 2001 diperkirakan sekitar 700 penyu yang naik ke pantai. Sementara, tahun 2008 lalu, diperkirakan ada sekitar 1.600 penyu naik ke pantai. Penurunan populasi penyu, antara lain disebabkan adanya abrasi laut, predasi, degradasi ruang pakan, pembangunan di sekitar wilayah konservasi, serta faktor berupa pencurian, serta penggunaan pukat harimau atau troll. "Banyak penyu yang tidak sengaja tertangkap oleh nelayan yang hendak mencari ikan, "tegasnya.
-=+ siola-bait-23+=-
Hanna An-Nawawi

Selamat Datang Untuk Kembali dan Berusaha Berproses Lagi


meskipun lelah...

kuatkan tangan tuk menggenggam...

meskipun sakit...

tegakkan kepala tuk menatap...

jika harus terbang...

terbanglah dengan kesan yang indah

dan sempurna...

terbanglah dengan bangga...

karena membuat keputusan untuk terbang
jika harus berlari,usahakan berteriak merdeka

karena keputusan untuk berlari muncul dari merdekanya jiwamu...

jika harus berlari,berlarilah dengan lembut...
jika harus mati,

matilah dengan bijaksana

tinggalkan sayap dan cahayamu...
dan jika ingin datang,datanglah dengan tegar...

jangan datang dengan kerapuhan...

bagaimana kau harus berjalan?

jika pada awal kedatanganmu membawa kerapuhan???
jika ingin bersamaku...

datanglah dengan tegar...

terbanglah dengan indah...

berlarilah dengan merdeka...

matilah dengan bijaksana...

janganlah kau pelihara kejengahanmu

biarkan jengah itu yang kan mengikuti irama kita....


-=+ siola-bait-23+=-

Hanna An-Nawawi

Minggu, 2009 Februari 08

Cangkrukan,Ciptakan Budaya Gojlokan dan Ngrasani...

Ketika selesai membaca majalah Chic edisi terbaru, saya menemukan kata-kata yang menginspirasi saya untuk menuliskan sebuah opini. Yah, tulisan ini cuma sekadar opini bebas saja. karena bagi saya, kebebasan dalam menulis sangat mempengaruhi hidup saya dan pekerjaan saya nantinya. Yah, walaupun terasa sakit bila ada yang memenjarakan tulisan kita. He..he...

Terkadang, kita tak pernah tahu bahwa apa yang kita ucapkan seringkali tidak bisa diterima, bahkan seringkali menyakiti lawan bicara kita. Pernahkah kita menyadari bahwa sebuah hinaan yang diucapkan dalam bahasa dan nada sehalus apapun selalu berpotensi untuk menyakiti orang lain?Banyak kasus yang sering terjadi berawal dari hal sepele. Joke atau umumnya disebut gojlokan dalam kehidupan kita sehari-hari, sering berakibat fatal dan cukup berimbas ke organisasi tentunya. Awalnya cangkrukan, ngobrolin tentang hidup dan nglanturin masalah kuliah eh malah keterusan ngomongin orang lain, dan yang lebih bahaya lagi mulai deh ada gojlokan-gojlokan yang awalnya kecil menjadi gojlokan besar yang merupakan monster pembunuh karakter. Namun ada juga yang memakai gojlokan sebagai pemantik semangat. Yah, pinter-pinter aja kita memilah-milah bung, mana yang sekiranya berpotensi untuk menyemangati, mana yang berpotensi menyakiti perasaan orang lain.


Setiap manusia pada dasarnya secara naluriah pasti mempunyai potensi untuk berbudaya ngrasani dan nggojloki, namun alangkah bijaknya apabila kita mampu melihat situasi dan kondisi serta karakter orang yang kita tuju, maupun juga lawan bicara kita. Karena setiap orang mempunyai karakter dan celah yang berbeda-beda. Apalagi yang namanya budaya ngrasani itu sangat berpotensi besar untuk mengarah ke Fitnah. Alfitnatu Asyaddu Minal Qotli, kalau gak salah sih bunyinya seperti itu, yang artinya : fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Nah, bahaya kan??Kalu masalah ngrasani, sebenarnya kalau kita pikirkan gak ada manfaatnya sama sekali buat kita. Masih banyak yang harus kita lakukan ke depan dari pada harus ngurusin masalah orang lain. Selama kehidupan pribadi kita nggak ada yang ngusik, akan lebih baik bila kita juga menghormati kehidupan orang lain. Ini bukan acuh lho namanya, harus dibedakan lho. jika orang itu gak memilih kita untuk tahu masalah pribadinya, mbok ya nyadar dong,nggak usah ngusik masalah pribadi orang lain.Sekarang coba kalau kita yang diusik, gak mau kan? Nah, kedua hal tersebut biasanya sangat sering kita jumpai saat cangkrukan. Karena biasanya dalam cangkrukan, kita menemukan proses-proses kehidupan yang jarang kita temukan di tempat lain.Ya, bukannya menghujat budaya cangkrukan sih. Semua itu bisa kita minimalisir dengan memutuskan mata rantai kebiasaan tersebut (ngrasani dan nggojloki yang bisa membunuh karakter). Mari kita sama-sama berusaha untuk berpikir positif dan terarah. InsyaAllah, bisa jadi pisau untuk memutus mata rantai kedua budaya tersebut dalam kehidupan kita. Amiin

Nb
: Tulisan ini bukan masalah sok sensitif atau apalah namanya, hanya mengingatkan saja bahwa menyakiti orang lain merupakan proses yang sangat mudah kita lakukan dimana saja, oleh karena itu berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan...
Be careful with your jokes

-----


Seberapa hebatkah kita? Hingga harus mengorbankan perasaan orang lain yang kita anggap bisa diremehkan dengan mudah, dengan menyakiti hatinya....


Seberapa hebatkah kita? Hingga harus meremehkan kemampuan orang lain yang kita anggap nggak mampu melakukan suatu hal, dengan tak menghormati pilihannya...


Seberapa hebatkah kita?Hingga harus menyakiti orang lain dengan melecehkan kehidupan dan keluarganya?



*penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata dalam tulisan ini yang menyinggung perasaan...


By : -=+ siola-bait-23+=-

XXIII-05.16.273-SWP

Hanna An-Nawawi

Selasa, 2008 Desember 09

Berbahagialah Menjadi Orang Merdeka...

Arti dari kata merdeka itu sebenarnya adalah bebas, bebas di sini dalam artian sebebas-bebasnya, namun tetap dalam konteks yang wajar. Wajar yang dimaksud adalah : tidak brutal. Merdeka adalah kebebasan untuk melakukan apa saja, termasuk kebebasan berekspresi ( tentu saja dengan batas-batas kewajaran dimana kebebasan itu dinyatakan layak ), dan tentu saja dengan melakukan hal tersebut, jiwa dan raga kita pun ikhlas menyuarakan kemerdekaan.

Kemerdekaan yang sebenarnya adalah kemerdekaan yang datangnya dari hati, bukan atas tuntutan keadaan dan paksaan jaman. Apalagi karena trend, dengan iming-iming nasionalisme. Itu bukannya kemerdekaan, tapi hanya akan memenjarakan kita secara perlahan namun pasti. Apakah selamanya kita harus terpenjara oleh idiom nasionalisme? Hanya karena ingin dikatakan nasionalisme, banyak yang menggembor-gemborkan tentang kemerdekaan. Itu namanya omong kosong. Orang yang telah meraih kemerdekaan dalam hidup, hati, dan jiwanya - selalu bersikap ikhlas terhadap sekitarnya. Karena kemerdekaan itu telah menerangkan jiwa mereka, untuk selalu berbagi dengan sesama.

Ahh, berbahagialah mereka-mereka yang telah menjadi orang merdeka. Merdeka untuk sekitar, untuk hidupnya, dan merdeka untuk jiwanya. Itu adalah pilihan bagi kita. Menjadi orang merdeka secara lahir dan batin, ataukah hanya sekedar merasa merdeka saja. Tinggal bagaimana kita mengasahnya menjadi sebentuk keyakinan yang akan membawa kita menuju kemerdekaan yang hakiki. Terima Kasih...

Selamat Berbahagia, orang -orang yang meraih kemerdekaan sejati...




Imaji - Imajiku . . . .

Kala tatapan ku kosong melompong
Jiwa ku melayang
Menyusuri kelamnya jagad raya
Hingga ku tenggelam dalam dunia imaji
Menghanyutkan kehidupanku
Memeluk bidadari dalam keheningan malam
Tertawa riang bersama kurcaci-kurcaci syurga
Larut dalam canda tawa
Yang terlahir dari sebuah kerinduan
Tuk merasakan hangatnya cinta
Yang kini telah merasuk jauh ke dalam sukma
Ku dapat merasakan lembutnya hati mereka
Hangatnya kulit mereka
Merasakan kesedihan mereka
Keriangan hidup mereka
Menjadikan imaji sebagai kawan sejati
Yang menghilang
Dan datang
Dengan semau pikiranku
Hingga ku tenang dalam lamunanku
Enggan dalam ketakutanku
Tuk ditinggal pergi
Lagi..
-haNNa_PoeMs-
17 Oktober 2006